Wali Kota Risma Raih Penghargaan Urban Professional Awards 2016

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima penghargaan Urban Professional Awards 2016 dari IHS Alumni International. Risma dianugerahi penghargaan karena mampu membawa perubahan positif di lingkungan tempat kerjanya.

Penghargaan diserahkan utusan khusus perwakilan Kerajaan Belanda Henk Ovink di sela-sela rangkaian forum Habitat III di Quito, Ekuador.

Risma berhasil mengungguli dua kandidat peraih penghargaan tertinggi yang diberikan pada alumni IHS yang berprestasi, serta mampu membawa perubahan positif di lingkungan tempat kerjanya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini berhasil mengungguli dua alumnus IHS lainnya yakni Profesor Alfredo Garay dari Argentina di posisi runner up dan Chief Willie Abiano asal Nigeria di posisi ketiga.

Wali Kota Risma Raih Penghargaan Urban Professional Awards 2016Foto: Istimewa
Tangis bahagia tak terbendung ketika mantan Kepala Bappeko dan DKP Surabaya ini menyampaikan sepatah-dua kata, raut wajah orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu mulai berubah. Dia terkenang perjuangannya saat menempuh pendidikan jurusan Urban Development di IHS, Rotterdam, Belanda hingga menjadi Wali Kota Surabaya.

“Perjuangan menjadi wali kota tidak mudah. Banyak hambatan dan tanggung jawab yang harus dipikul sangat berat,” kata Risma dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (18/10/2016).

Risma mengaku mendapat tekanan sangat berat ketika menggagas e-procurement atau sistem lelang berbasis elektronik dan sistem e-government untuk mempermudah kinerja manajemen pemerintahan yang kala itu menjabat sebagai salah satu kasi di Bappeko Surabaya.

Bahkan Wali Kota Surabaya kelahiran Kediri, Jawa Timur ini juga sempat mengalami intimidasi dan ancaman-ancaman pembunuhan yang dialamatkan kepada keluarganya.

Namun, seiring berjalannya waktu, sistem yang digagas dengan penuh perjuangan itu terbukti membawa manfaat riil bagi pemkot. Dengan sistem elektronik, pemkot mampu menekan angka pengeluaran sehingga anggaran pun dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

Suasana yang penuh tangis bahagia berubah menjadi tawa bahagia ketika Risma menceritakan kenangan-kenangan semasa menimba ilmu di IHS pada 1996. “Saat itu konsentrasi saya hanya pada pengelolaan suatu kota. Sampai-sampai, di waktu senggang saya bermain game Sims City (permainan membangun kota,red). Jadi, saya tetap belajar dan berlatih tentang tata kota melalui game itu,” ungkap Risma yang disambut tawa para tamu undangan.

Ia bersyukur ilmu yang didapat dari IHS sangat berguna bagi Kota dan masyarakat Surabaya. Risma berharap, ke depan makin banyak anak-anak Surabaya yang belajar di luar negeri lalu kembali untuk membangun tanah airnya.

“Kalau selama saya menjabat wali kota pendapatan asli daerah (PAD) Surabaya naik 300 persen, itu sedikit banyak juga karena penerapan ilmu-ilmu yang saya peroleh dari IHS,” tutup Risma.

Utusan Khusus Perwakilan Kerajaan Belanda Henk Ovink mengatakan, Wali Kota Tri Rismaharini memang layak menyandang pemenang IHS Alumni International Awards 2016 karena dipandang mampu menyeimbangkan antara pikiran dan hati. ‘”Artinya, yang dipikirkan bukan hanya pembangunan fisik saja, tapi juga perhatian sangat besar pada sisi manusianya,” kata Henk Ovink dalam sambutannya.

Sementara, Presiden IHS-Alumni International Board, Mansi Jasuja menjelaskan, IHS Alumni International Awards diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Penghargaan ini pertama kali digelar pada 2012. “Jadi, Ibu Tri Rismaharini ini merupakan pemenang edisi ketiga IHS Alumni International Awards,” imbuh Mansi Jasuja.

Sumber berita: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3323411/wali-kota-risma-raih-penghargaan-urban-professional-awards-2016

Leave a Reply