Donasi
Kawan Bung Hatta

Menyemai Nilai Anti-korupsi di Perkampungan Suku Bajo

“Memutus mata rantai korupsi harus dilakukan dengan mempersiapkan generasi bebas korupsi,” ~ Jupri ~

Mentari masih nampak malu-malu memperlihatkan wajahnya di pelupuk timur. Kawan Bung Hatta bersama komunitas Rumah Integritas Gorontalo sedang melakukan perjalanan menyemai nilai-nilai anti-korupsi kepada generasi muda di perkampung Suku Bajo di Desa Toroseaje, Kec. Popayato, Kab. Pohuwato, Teluk Tomini. Karena memutus mata rantai korupsi harus dilakukan dengan mempersiapkan generasi bebas korupsi. Perkampungan ini memiliki ciri khas rumah-rumah panggung di atas laut.

Perjalanan ke lokasi tujuan/Foto: Yahya Moiyu

Perjalanan ke perkampungan Suku Bajo/Foto: Yahya Moiyu

Awal perjalanan kami lakukan dengan naik motor kurang lebih 6 jam ke wilayah barat Provinsi Gorontalo tanggal 21 Juli 2019. Sesampai di ibu kota kecamatan Popayato, kami menginap semalam di rumah Adam Laima, seorang pendamping Desa.

Esok harinya, tanggal 22 Juli 2019, kami baru ke lokasi kunjungan. Untuk sampai di sana kami harus menaiki perahu katinting dengan jarak tempuh kurang lebih 20 menit dari dermaga Desa Torosiaje Darat. Setibanya kami di sana, mata kami langsung tertuju pada bangunan Sekolah Satu Atap SD – SMP Popayato Desa Torosiaje yang memiliki lapangan upacara di atas rumah panggung tersebut.

Lantas, kami langsung disambut Bapak Zen Botutihe Hasan, guru pada sekolah tersebut bersama kepala sekolah dan diarahkan masuk ke dalam ruangan kelas yang sudah dipenuhi oleh siswa/i SD-SMP.

Kegiatan hasil kolaborasi Kawan Bung Hatta dan Rumah Integritas ini antara lain memberikan inspirasi dan dorongan buat adik adik agar giat belajar dan terus lanjut sekolah hingga meraih cita-cita. Materi inti dari kunjungan ini tentunya menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Memberitahukan bahwa perilaku seperti menyontek, menyalin tugas teman, berbohong kepada keluarga, dll, merupakan perilaku koruptif.

Mengenalkan sosok Bung Hatta yang dikenal akan kesederhanannya yang patut dijadikan teladan. Membagikan cindera mata dari Rumah Integritas berupa buku saku KPK, sticker, dan pin Berani Jujur Hebat.

Para siswa SD-SMP Satu Atap Popayato/Foto: Yahya Moiyu

Para siswa SD-SMP Satu Atap Popayato/Foto: Yahya Moiyu

Kegiatan ini berlangsung selama lebih dari 3 jam dengan penuh antusias dan optimis. Pukul 13:00, perahu katinting yang kami tumpangi ke perkampungan Suku Bajo telah siap di dermaga kecil Desa Torosiaje Laut. Kami pun berangkat ke daratan utama, sambil menikmati tenangnya laut teluk Tomini. Berharap kecerian anak-anak suku Bajo nan keramahan masyarakatnya memanggil kami esok hari untuk kembali mengunjungi mereka lagi.

Kontributor; Jupri, Kawan Bung Hatta di Gorontalo dan aktivis Rumah Integritas.

Acara, Berita, Kawan Bung Hatta

Temu Nasional Alumni Panitia Bung Hatta Tour 2014 – 2019

Pada tanggal 8 – 11 Juli 2019, Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (P-BHACA) telah menyelenggarakan kegiatan Temu Nasional Alumni Panitia Bung Hatta Tour 2014 – 2019 dengan melibatkan 29 aktivis anti-korupsi yang tersebar di 25 perguruan tinggi, 3 organisasi dan 1 SMK pada 22 kota se-Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Bung Hatta Tour sendiri merupakan sebuah kegiatan pendidikan anti-korupsi yang dikemas dalam bentuk diskusi musikal sejak tahun 2014. Sebagai peserta kegiatan yaitu panitia yang membantu menyukseskan rangkaian tour tersebut.

Temnas ini bertujuan untuk melakukan konsolidasi dan menjalin sinergitas gerakan anti-korupsi dari berbagai perguruan tinggi dan daerah serta menjaga tali silahturahim antar alumni panitia diskusi musikal anti-korupsi.

Dibuka secara resmi oleh Ibu Sharmi Ranti, Sekretaris Dewan Pengurus P-BHACA pada Senin (8/7) malam. Dalam sambutannya, Sharmi mengajak semua peserta kegiatan untuk menjadikan kegiatan tersebut wadah belajar dan berjuang. Menurutnya, anti-korupsi dimulai dari sikap.

“Nilai-nilai anti-korupsi dimulai dari sikap, jangan mudah menyerah terhadap tekanan. Katakan yang benar untuk hal yang benar, tidak untuk tidak,” paparnya.

Sharmi menghembuskan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi sebuah gerakan nasional. “Mudah-mudahan dimulai dari pertemuan ini dapat menjadi jaringan anti-korupsi yang menyebar dari Sabang sampai Merauke.”

Kegiatan ini berbentuk diskusi kelompok dan pleno yang mencoba memotret isu pemberantasan korupsi di Indonesia dan beragam isu sosial kemasyarakatan lainnya. Selain itu pula mengangkat bagaimana tantangan gerakan anti-korupsi yang dilakukan para aktivis anti-korupsi di berbagai daerah antara lain: Aceh, Padang, Lampung, Bukittinggi, Labuhan Batu, Bandung, Jember, Yogyakarta, Salatiga, Semarang, Cirebon, Surabaya, Madura, Malang, Bali, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Palangkaraya, Tarakan, Gorontalo, Kendari, dan Makassar yang hadir dalam temnas ini.

P-BHACA juga menghadirkan para narasumber yang mumpuni di bidangnya, yaitu Erry Riyana Hardjapamekas (eks Wakil Ketua KPK & Peraih BHACA 2003), Adnan Topo Husodo (Koordinator Indonesia Corruption Watch), Natalia Soebagjo (co-founder P-BHACA), Giri Suprapdiono (Direktur Dikyanmas KPK), Judhi Kristantini (Koordinator Saya Perempuan Anti Korupsi), Ainun Chomsun (Pendiri Akademi Berbagi), Akhmad Agus Fajari (Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian), dan Ratna Pandjaitan & Yayoe Pribadi (eks Tim Komunikasi Europalia).

Secara keseluruhan kegiatan temu nasional berjalan dengan lancar dan dinamis karena semua pihak berpartisipasi aktif. Diakhir kegiatan, kami merampung beberapa rencana tindak lanjut untuk membumikan isu korupsi dan gerakan antikorupsi sekembalinya ke tengah kampus, sekolah, organisasi, maupun masyarakat. Kami juga membentuk sebuah jaringan komunikasi antikorupsi bersama yang disebut “Kawan Bung Hatta.”

Temnas ini secara resmi ditutup oleh Ibu Shanti L Poesposoetjipto, Ketua Dewan Pengurus P-BHACA, (10/7). Turut hadir Ibu Halida Hatta, putri Bung Hatta pada malam keakraban sembari menyantap makan malam, menyaksikan api unggun dan menikmati suguhan musik dan lagu dari band Simponi & Sisters In Danger.

Sebagai tambahan informasi, hingga tahun ini, Bung Hatta Tour telah menjangkau 48 kampus dan sektiar 12.000 mahasiswa yang menjadi peserta mendapatkan informasi tentang teladan Bung Hatta, apa dan dampak korupsi, siapa pelaku dan korban korupsi, dan berbagai informasi lainnya dari sekretariat P-BHACA yang didukung oleh pimpinan KPK, LSM anti-korupsi, keluarga Bung Hatta, dan musisi. Akhirnya, kami mengucapkan banyak terimakasih atas semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini.

Donasi