Donasi
Berita

BHACA Ajak Mahasiswa Usulkan Sosok yang Layak Menerima Penghargaan Antikorupsi

Mimbaruntan.com, Untan – Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) mengajak para mahasiswa yang hadir untuk ikut berpartisipasi dalam mengusulkan pejabat publik ataupun pribadi-pribadi yang bersih serta berjuang melawan korupsi agar dapat menerima penghargaan dari BHACA, Jumat, (5/4).

BHACA merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berusaha menyadarkan masyarakat mengenai bahaya-bahaya korupsi bagi kelangsungan hidup. Mereka mengajak untuk berpartisipasi dalam memberikan dorongan, pemberdayaan dan perlindungan bagi sosok yang telah berjuang melawan praktek-praktek korupsi.

“Awal-awal sempat setahun sekali. Cuma tidak gampang. Mencari orang baik tidak mudah. Kita mesti hati-hati. Oleh karena itu kami minta kawan kawan Untan, kawan kawan IAIN atau siapapun untuk mengusulkan kalau ada tokoh tokoh yang layak,” ungkap M. Berkah Gamulya selaku Direktur Eksekutif BHACA.

Ia mengatakan dalam menentukan pemenang BHACA, mereka membentuk dewan juri independen dari akademisi, wartawan, perwakilan swasta. “Ini terpisah dari kami. Kami hanya menyediakan data, nanti dewan juri ini yang memutuskan, menyeleksi siapa yang layak atau tidak layak,” ungkapnya.

Andy Yentriyani selaku ketua Suar Asa Khatulistiwa (SAKA) juga sangat mengapresiasi hal ini. Ia berharap akan ada lebih banyak orang yang tergerak untuk melawan korupsi. “Semoga semakin banyak yang berani untuk melawan korupsi. Nah kalian ayo usulkan orang-orang yang kira-kira bisa masuk dalam nominasi,” ajak Andy.

Pengusulan calon penerima BHACA yakni dapat melalui link bit.ly/bunghattaaward. Kriteria untuk orang yang diusulkan adalah  bersih dari praktek korupsi, tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan atau jabatannya, menyuap atau menerima suap. Serta berperan aktif memberikan inspirasi atau mempengaruhi masyarakat atau lingkungannya dalam pemberantasan korupsi.

 

Artikel ini telah tayang di http://mimbaruntan.com dengan judul BHACA Ajak Mahasiswa Usulkan Sosok yang Layak Menerima Penghargaan Antikorupsi, http://mimbaruntan.com/bhaca-ajak-mahasiswa-usulkan-sosok-yang-layak-menerima-penghargaan-antikorupsi/

Reporter         : Nanik Kusherawati, Pandu Lanang
Penulis            : Mar’atushsholihah, Reza Pangestika
Editor              : Aris Munandar

Berita

Diskusi Musikal Anti Korupsi Bung Hatta Kalimantan Tour 2019, Ini Yang Dibahas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Meneguhkan komitmen bersama untuk memberantas korupsi merupakan hal mendesak  bagi kemajuan Indonesia.

Pesan inilah yang didengungkan dalam diskusi musikal anti korupsi Bung Hatta Kalimantan Tour 2019 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA). Diskusi pada kali ini dilaksanakan di Pontianak yang bertempat di Aula Wakil Wali Kota Pontianak, Kamis (4/4/2019).

Kegiatan ini menjadi pembuka tour yang akan diselenggarakan di 10 kampus yang ada di 6 kota di 5 provinsi se-Kalimantan.

Di Kalbar, tour ini terselenggara atas kerjasama dengan Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (SAKA), Universitas Panca Bhakti (UPB) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

penyelenggaraaan Bung Hatta Kalimantan Tour 2019. Dikawal oleh band Simponi, diskusi musikal bersama Universitas Panca Bhakti yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai universitas di Pontianak.

Setelah di UPB besok akan dilakukan diskusi musikal di kampus IAIN Pontianak sebelum tour berlanjut ke Kalimantan Timur.

Kegiatan tour ini sebelumnya telah sukses diselenggarakan pada tahun 2014 di 11 perguruan tinggi di Jawa, tahun 2015 di 12 perguruan tinggi di Sumatera, tahun 2017 di 6 perguruan tinggi di 3 kota di Sulawesi, dan tahun 2018 di 11 perguruan tinggi, di 11 kota di Jawa- Madura-Bali.

Band Simponi adalah juara 1 kompetisi Sounds of Freedom 2014 London, juara 2 Fair Play 2012 Brasilia.

Tour Kalimantan juga menggandeng band Sisters in Danger yang memenangkan Most Popular Award dari badan dunia UN Women tahun 2017 lalu lewat lagu ’16 Oranges’.

Sementara hukuman kepada para koruptor kerap dinilai tidak sebanding dengan kerusakan yang mereka sebabkan, tantangan pemberantasan korupsi juga hadir lewat upaya melemahkan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Upaya pencegahan masih belum terintegrasi dengan langkah-langkah penindakan hukum sehingga menjadikan upaya pemberantasan korupsi tidak optimal, “ jelas Amien Sunaryadi, Wakil Ketua KPK periode 2003-2007 yang hadir sebagai narasumber.

Selama ini SAKA telah turut mengupayakan internalisasi nilai kejujuran melalui integrasi ke dalam topik dan metode pembelajaran di PG&TK Cerlang dan dalam berbagai kegiatannya bersama kelompok muda di Pontianak.

“Diskusi musikal ini memiliki nilai strategis dalam mengokohkan komitmen kerjasama lintas institusi dalam mengupayakan Indonesia yang bersih dari korupsi” ungkap Andy tentang motivasi SAKA sebagai mitra lokal penyelenggaraaan Bung Hatta Kalimantan Tour 2019.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Diskusi Musikal Anti Korupsi Bung Hatta Kalimantan Tour 2019, Ini Yang Dibahas, https://pontianak.tribunnews.com/2019/04/04/diskusi-musikal-anti-korupsi-bung-hatta-kalimantan-tour-2019-ini-yang-dibahas?page=2.
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin

Donasi