Donasi
Acara, Berita, Kawan Bung Hatta

Temu Nasional Alumni Panitia Bung Hatta Tour 2014 – 2019

Pada tanggal 8 – 11 Juli 2019, Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (P-BHACA) telah menyelenggarakan kegiatan Temu Nasional Alumni Panitia Bung Hatta Tour 2014 – 2019 dengan melibatkan 29 aktivis anti-korupsi yang tersebar di 25 perguruan tinggi, 3 organisasi dan 1 SMK pada 22 kota se-Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Bung Hatta Tour sendiri merupakan sebuah kegiatan pendidikan anti-korupsi yang dikemas dalam bentuk diskusi musikal sejak tahun 2014. Sebagai peserta kegiatan yaitu panitia yang membantu menyukseskan rangkaian tour tersebut.

Temnas ini bertujuan untuk melakukan konsolidasi dan menjalin sinergitas gerakan anti-korupsi dari berbagai perguruan tinggi dan daerah serta menjaga tali silahturahim antar alumni panitia diskusi musikal anti-korupsi.

Dibuka secara resmi oleh Ibu Sharmi Ranti, Sekretaris Dewan Pengurus P-BHACA pada Senin (8/7) malam. Dalam sambutannya, Sharmi mengajak semua peserta kegiatan untuk menjadikan kegiatan tersebut wadah belajar dan berjuang. Menurutnya, anti-korupsi dimulai dari sikap.

“Nilai-nilai anti-korupsi dimulai dari sikap, jangan mudah menyerah terhadap tekanan. Katakan yang benar untuk hal yang benar, tidak untuk tidak,” paparnya.

Sharmi menghembuskan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi sebuah gerakan nasional. “Mudah-mudahan dimulai dari pertemuan ini dapat menjadi jaringan anti-korupsi yang menyebar dari Sabang sampai Merauke.”

Kegiatan ini berbentuk diskusi kelompok dan pleno yang mencoba memotret isu pemberantasan korupsi di Indonesia dan beragam isu sosial kemasyarakatan lainnya. Selain itu pula mengangkat bagaimana tantangan gerakan anti-korupsi yang dilakukan para aktivis anti-korupsi di berbagai daerah antara lain: Aceh, Padang, Lampung, Bukittinggi, Labuhan Batu, Bandung, Jember, Yogyakarta, Salatiga, Semarang, Cirebon, Surabaya, Madura, Malang, Bali, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Palangkaraya, Tarakan, Gorontalo, Kendari, dan Makassar yang hadir dalam temnas ini.

P-BHACA juga menghadirkan para narasumber yang mumpuni di bidangnya, yaitu Erry Riyana Hardjapamekas (eks Wakil Ketua KPK & Peraih BHACA 2003), Adnan Topo Husodo (Koordinator Indonesia Corruption Watch), Natalia Soebagjo (co-founder P-BHACA), Giri Suprapdiono (Direktur Dikyanmas KPK), Judhi Kristantini (Koordinator Saya Perempuan Anti Korupsi), Ainun Chomsun (Pendiri Akademi Berbagi), Akhmad Agus Fajari (Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian), dan Ratna Pandjaitan & Yayoe Pribadi (eks Tim Komunikasi Europalia).

Secara keseluruhan kegiatan temu nasional berjalan dengan lancar dan dinamis karena semua pihak berpartisipasi aktif. Diakhir kegiatan, kami merampung beberapa rencana tindak lanjut untuk membumikan isu korupsi dan gerakan antikorupsi sekembalinya ke tengah kampus, sekolah, organisasi, maupun masyarakat. Kami juga membentuk sebuah jaringan komunikasi antikorupsi bersama yang disebut “Kawan Bung Hatta.”

Temnas ini secara resmi ditutup oleh Ibu Shanti L Poesposoetjipto, Ketua Dewan Pengurus P-BHACA, (10/7). Turut hadir Ibu Halida Hatta, putri Bung Hatta pada malam keakraban sembari menyantap makan malam, menyaksikan api unggun dan menikmati suguhan musik dan lagu dari band Simponi & Sisters In Danger.

Sebagai tambahan informasi, hingga tahun ini, Bung Hatta Tour telah menjangkau 48 kampus dan sektiar 12.000 mahasiswa yang menjadi peserta mendapatkan informasi tentang teladan Bung Hatta, apa dan dampak korupsi, siapa pelaku dan korban korupsi, dan berbagai informasi lainnya dari sekretariat P-BHACA yang didukung oleh pimpinan KPK, LSM anti-korupsi, keluarga Bung Hatta, dan musisi. Akhirnya, kami mengucapkan banyak terimakasih atas semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini.

Berita

BHACA Ajak Mahasiswa Usulkan Sosok yang Layak Menerima Penghargaan Antikorupsi

Mimbaruntan.com, Untan – Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) mengajak para mahasiswa yang hadir untuk ikut berpartisipasi dalam mengusulkan pejabat publik ataupun pribadi-pribadi yang bersih serta berjuang melawan korupsi agar dapat menerima penghargaan dari BHACA, Jumat, (5/4).

BHACA merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berusaha menyadarkan masyarakat mengenai bahaya-bahaya korupsi bagi kelangsungan hidup. Mereka mengajak untuk berpartisipasi dalam memberikan dorongan, pemberdayaan dan perlindungan bagi sosok yang telah berjuang melawan praktek-praktek korupsi.

“Awal-awal sempat setahun sekali. Cuma tidak gampang. Mencari orang baik tidak mudah. Kita mesti hati-hati. Oleh karena itu kami minta kawan kawan Untan, kawan kawan IAIN atau siapapun untuk mengusulkan kalau ada tokoh tokoh yang layak,” ungkap M. Berkah Gamulya selaku Direktur Eksekutif BHACA.

Ia mengatakan dalam menentukan pemenang BHACA, mereka membentuk dewan juri independen dari akademisi, wartawan, perwakilan swasta. “Ini terpisah dari kami. Kami hanya menyediakan data, nanti dewan juri ini yang memutuskan, menyeleksi siapa yang layak atau tidak layak,” ungkapnya.

Andy Yentriyani selaku ketua Suar Asa Khatulistiwa (SAKA) juga sangat mengapresiasi hal ini. Ia berharap akan ada lebih banyak orang yang tergerak untuk melawan korupsi. “Semoga semakin banyak yang berani untuk melawan korupsi. Nah kalian ayo usulkan orang-orang yang kira-kira bisa masuk dalam nominasi,” ajak Andy.

Pengusulan calon penerima BHACA yakni dapat melalui link bit.ly/bunghattaaward. Kriteria untuk orang yang diusulkan adalah  bersih dari praktek korupsi, tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan atau jabatannya, menyuap atau menerima suap. Serta berperan aktif memberikan inspirasi atau mempengaruhi masyarakat atau lingkungannya dalam pemberantasan korupsi.

 

Artikel ini telah tayang di http://mimbaruntan.com dengan judul BHACA Ajak Mahasiswa Usulkan Sosok yang Layak Menerima Penghargaan Antikorupsi, http://mimbaruntan.com/bhaca-ajak-mahasiswa-usulkan-sosok-yang-layak-menerima-penghargaan-antikorupsi/

Reporter         : Nanik Kusherawati, Pandu Lanang
Penulis            : Mar’atushsholihah, Reza Pangestika
Editor              : Aris Munandar

Berita

Diskusi Musikal Anti Korupsi Bung Hatta Kalimantan Tour 2019, Ini Yang Dibahas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Meneguhkan komitmen bersama untuk memberantas korupsi merupakan hal mendesak  bagi kemajuan Indonesia.

Pesan inilah yang didengungkan dalam diskusi musikal anti korupsi Bung Hatta Kalimantan Tour 2019 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA). Diskusi pada kali ini dilaksanakan di Pontianak yang bertempat di Aula Wakil Wali Kota Pontianak, Kamis (4/4/2019).

Kegiatan ini menjadi pembuka tour yang akan diselenggarakan di 10 kampus yang ada di 6 kota di 5 provinsi se-Kalimantan.

Di Kalbar, tour ini terselenggara atas kerjasama dengan Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (SAKA), Universitas Panca Bhakti (UPB) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

penyelenggaraaan Bung Hatta Kalimantan Tour 2019. Dikawal oleh band Simponi, diskusi musikal bersama Universitas Panca Bhakti yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai universitas di Pontianak.

Setelah di UPB besok akan dilakukan diskusi musikal di kampus IAIN Pontianak sebelum tour berlanjut ke Kalimantan Timur.

Kegiatan tour ini sebelumnya telah sukses diselenggarakan pada tahun 2014 di 11 perguruan tinggi di Jawa, tahun 2015 di 12 perguruan tinggi di Sumatera, tahun 2017 di 6 perguruan tinggi di 3 kota di Sulawesi, dan tahun 2018 di 11 perguruan tinggi, di 11 kota di Jawa- Madura-Bali.

Band Simponi adalah juara 1 kompetisi Sounds of Freedom 2014 London, juara 2 Fair Play 2012 Brasilia.

Tour Kalimantan juga menggandeng band Sisters in Danger yang memenangkan Most Popular Award dari badan dunia UN Women tahun 2017 lalu lewat lagu ’16 Oranges’.

Sementara hukuman kepada para koruptor kerap dinilai tidak sebanding dengan kerusakan yang mereka sebabkan, tantangan pemberantasan korupsi juga hadir lewat upaya melemahkan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Upaya pencegahan masih belum terintegrasi dengan langkah-langkah penindakan hukum sehingga menjadikan upaya pemberantasan korupsi tidak optimal, “ jelas Amien Sunaryadi, Wakil Ketua KPK periode 2003-2007 yang hadir sebagai narasumber.

Selama ini SAKA telah turut mengupayakan internalisasi nilai kejujuran melalui integrasi ke dalam topik dan metode pembelajaran di PG&TK Cerlang dan dalam berbagai kegiatannya bersama kelompok muda di Pontianak.

“Diskusi musikal ini memiliki nilai strategis dalam mengokohkan komitmen kerjasama lintas institusi dalam mengupayakan Indonesia yang bersih dari korupsi” ungkap Andy tentang motivasi SAKA sebagai mitra lokal penyelenggaraaan Bung Hatta Kalimantan Tour 2019.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Diskusi Musikal Anti Korupsi Bung Hatta Kalimantan Tour 2019, Ini Yang Dibahas, https://pontianak.tribunnews.com/2019/04/04/diskusi-musikal-anti-korupsi-bung-hatta-kalimantan-tour-2019-ini-yang-dibahas?page=2.
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin

Berita

Halidah Hatta Dorong Kalimantan Punya Figur Anti Korupsi

Minimmya pendidikan anti korupsi pada generasi muda mendorong Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) menggelar roadshow diskusi musikal untuk mengkampanyekan perlawanan korupsi dari kampus ke kampus di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin.

Putri dari mantan Wakil Presiden RI, Mohammad Hatta (Bung Hatta), Halidah Hatta dan anaknya Gustika, hadir sebagai pemantik diskusi di UIN Antasari, Kota Banjarmasin pada Selasa (23/4). Ratusan mahasiswa dan aktivis meriung di kegiatan yang diinisiasi LPM Sukma UIN Antasari itu.

Halidah Hatta berkata sikap anti korupsi harus ditanamkan dari usia muda lewat kesadaran untuk tidak melibas hak orang lain.

“Jangan menggampangkan uang orang. Harus ada empati di setiap individu di Indonesia untuk berlaku jujur. Itu dulu yang harus ditumbuhkan,” kata Halidah kepada wartawan banjarhits.id, Donny Muslim usai diskusi di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) UIN Antasari.

Halidah menambahkan, sikap empati untuk menghormati hak orang lain akan membantu berkembangnya sistem pemerintahan Indonesia yang bersih dari praktik KKN.

“Saya melihat sistem pemerintahan kita sendiri sudah mengupayakan untuk menjadi negara yang terhormat. Karena mengusung transparansi dan akuntabilitas. Kita tinggal mendorong untuk semakin baik,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Perkumpulan BHACA, M Berkah Gamulya, menyebut roadshow ini bertujuan menjaring figur-figur anti korupsi di Kalimantan untuk menerima penghargaan dari BHACA.

“Sudah banyak sosok yang kami berikan penghargaan seperti Sri Mulyani, Ahok, sampai Jokowi ketika menjabat sebagai Walikota Solo. Nah, di Kalimantan ini belum ada,” kata Berkah Gamulya.

Adapun kriteria yang mereka cari tentu harus bersih dari praktik KKN dan berperan aktif mengkampanyekan isu anti rasuah. Formulir pendaftaran bisa diakses melalui laman resmi BHACA di bunghattaaward.org.

“Nanti akan dinilai oleh tim juri independen. Batas akhir pendafraran sampai 30 Juni 2019 mendatang,” pungkasnya.

“Diskusi musikal ini memiliki nilai strategis dalam mengokohkan komitmen kerjasama lintas institusi dalam mengupayakan Indonesia yang bersih dari korupsi” ungkap Andy tentang motivasi SAKA sebagai mitra lokal penyelenggaraaan Bung Hatta Kalimantan Tour 2019.

 

Artikel ini telah tayang di https://kumparan.com dengan judul Halidah Hatta Dorong Kalimantan Punya Figur Anti Korupsi, https://kumparan.com/banjarhits/halidah-hatta-dorong-kalimantan-punya-figur-anti-korupsi-1qwchAoAZqG

Donasi